Welcome To Area EkoKeresnaLovers
Klik Register Untuk Mendapatkan ID
Klik Login Untuk Masuk Kedalam Forum

" Hormatilah Orang Lain Jika Anda Ingin Dihormati "


Welcome To Area Eko Keresna Lovers
 
CalendarNyitNyit.NetIndeksFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLoginJoin Us Facebook
Login
Username:
Password:
Login otomatis: 
:: Lupa password?
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
CalendarCalendar
Top posters
Eko Keresna Lian Putra (43)
 
Online (35)
 
iman (15)
 
admin Jackson (9)
 
Momod (5)
 
ADMIN NO'E (2)
 
EKL (2)
 
ifrianto (2)
 
ubaysantana (1)
 
fery182 (1)
 
Jam
Cuacah

bloguez.com
Visitor
My Facebook
Eko Keresna Lian Putra

Buat Lencana Anda
Fans

Indah Dewi Pertiwi - Aku Tak Berdaya

Share | 
 

 Legenda Malin Kundang

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Eko Keresna Lian Putra
Admin
Admin


Jumlah posting : 43
Points : 1606098677
Reputation : 1
Join date : 29.05.11
Age : 21
Lokasi : Mentenk | Jakarta - Pusat |

PostSubyek: Legenda Malin Kundang   Fri Jun 10, 2011 4:05 am

Malin
termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam
dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar
ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka
tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.

Karena
merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk
membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat
menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.

Awalnya
Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak pernah
kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras sehingga
akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal
seorang saudagar.Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar
tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.

Di
tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang
oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di
kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan
orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin
Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang
tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.

Malin
Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang
ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang tersisa,
Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa
tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan
dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi
seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah
yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin
Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Berita
Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai
juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan
sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin setiap
hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung
halamannya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya
melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang
banyak. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat
ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau
yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.

Ibu
Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat
belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa
yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau
pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk
Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor
memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa
wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui
oleh istrinya dan juga anak buahnya.

Mendapat perlakukan seperti
itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga
anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu
Malin menyumpah anaknya "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi
dia menjadi sebuah batu".

Tidak berapa lama kemudian Malin
Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai
dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin
Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk
menjadi sebuah batu karang. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih
dapat dilihat di sebuah pantai bernama pantai Aia Manih, di selatan kota
Padang, Sumatera Barat.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ekokeresnalovers.forumid.net
 
Legenda Malin Kundang
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
 :: Tambahan :: Ruang Serba Guna-
Navigasi: